ronaldweinland.info History NOVEL NARNIA KEPONAKAN PENYIHIR PDF

NOVEL NARNIA KEPONAKAN PENYIHIR PDF

Tuesday, September 17, 2019 admin Comments(0)

The Chronicles of Narnia: Sang Singa, sang Penyihir dan Lemari (The Lion, download novel narnia bahasa indonesia pdf - The Chronicles of "The Magician's Nephew" (Keponakan Penyihir)adalah novel fantasi. Download Novel Agatha Christie Bahasa Indonesia Gratis Pdf. 2/4/ 5 The Blood of Olympus - download - () The Chronicles of Narnia 1. Keponakan Penyihir (The Magician's Nephew) - download - () 2. Sang Singa, Sang Penyihir dan. Download Ebook Novel Teenlit part2 . The Chronicles of Narnia 1. Keponakan Penyihir (The Magician's Nephew) - download - (click here).


Author:HILLARY KLINNER
Language:English, Spanish, Japanese
Country:Egypt
Genre:Lifestyle
Pages:275
Published (Last):11.09.2015
ISBN:390-5-45213-203-3
ePub File Size:17.64 MB
PDF File Size:15.35 MB
Distribution:Free* [*Register to download]
Downloads:27789
Uploaded by: TAWANNA

Collection's KEPONAKAN PENYIHIR C.S. Lewis Ilustrasi oleh Pauline Baynes The Chronicles of Narnia - Keponakan ronaldweinland.info The Chronicles of Narnia, Narnia and all book titles, characters and locales original to. Download Novel The Chronicles Of Narnia Bahasa Indonesia Pdf " Keponakan. Penyihir" (The Magician's Nephew) adalah novel fantasi. adalah buku. Upload (/upload/ronaldweinland.info) Login (/ronaldweinland.info?back=https%3A%2F%ronaldweinland.info%2Fdocuments%2Fthe-chronicles-of- narnia-keponakan-penyihirpdf.h The Chronicles of Narnia: Prince Caspian - University of Nottingham. incorporation of religion by using The Chronicles of Narnia to.

To apply for a replacement driver license or ID card, you must: Complete the driver license application before arriving at your local office. Visit your local driver license office. Provide the following documentation to the customer service representative: If your true, fixed and permanent home domicile is in Texas and you are living outside of the state, you may be eligible to renew or replace your Texas driver license or. In order for an expired driver license to remain valid, please carry your military ID card and Texas driver license with you while operating a motor vehicle. If you have moved, use this service to change the address on your Texas driver license or ID. Download the Out of State or Out of Country packet. Write your Texas address in the address field.

Tapi aku tahu kau tidak akan melakukan itu. Aku mengerti aku harus pergi. Tapi ternyata kau memang monster. Kurasa kau sudah merencanakan se-mua ini supaya Polly pergi tanpa sepenge-tahuannya sehingga kemudian aku harus pergi menjemputnya.

Aku akan pergi. Tapi sebelumnya ada satu hal yang harus kukatakan. Aku tidak pernah percaya pada sihir hingga hari ini. Aku lihat sekarang sihir adalah nyata. Yah, dan kalau sihir memang ada, berarti kurasa segala kisah tua tentang peri juga kurang-lebih benar. Dan kau tidak lain adalah penyihir licik yang kejam seperti yang ada di dalam cerita-cerita. Nah, aku tidak pernah membaca cerita di mana orang-orang seperti itu tidak mendapat ganjaran di akhir kisah, dan aku berani ber-taruh itulah yang juga akan kaualami.

Kau pantas menerimanya. Paman Andrew terkejut kemudian muncul awan ketakutan menaungi wajahnya yang, meskipun dia begitu kejam, nyaris bisa membuatmu mengasihaninya. Tapi sedetik kemudian dia mengusirnya pergi dan berkata ditemani tawa yang agak dipaksakan, "Yah, yah, kurasa itu hal biasa yang bakal muncul di benak seorang anakterutama ka-rena dibesarkan di antara wanita-wanita, seperti dirimu.

Kisah-kisah istri tua, hah? Kurasa kau tidak perlu mencemaskan bahaya yang akan mendatangiku, Digory. Bukankah lebih baik kau mengkhawatirkan bahaya yang mengham-piri teman kecilmu itu? Dia sudah pergi cukup lama. Kalau memang ada bahaya Di Sana yah, akan sangat disayangkan bila kau tiba terlambat. Apa yang harus kulaku-kan? Kalau memakai sarung tangan, aku bisa meng-angkatnyaseperti initanpa ada kejadian apa-apa.

Kalau kau membawa salah satunya di sakumu juga tidak akan terjadi apa-apa, tapi tentu saja kau harus berhati-hati untuk tidak memasukkan tangan ke saku dan tanpa sengaja menyentuhnya. Di saat menyentuh cincin ku-ningmu, kau akan lenyap dari dunia ini. Waktu kau berada di Tempat Lain, dugaankutentu saja ini belum dites kebenarannya, tapi aku mendugasaat kau menyentuh cincin hijau kau akan menghilang dari dunia itu danperkiraan-kumuncul kembali di dunia ini.

Aku akan mengambil dua cincin hijau ini dan memasukkan keduanya ke saku sebelah kanan-mu. Ingatlah dengan sangat hati-hati di mana cincin yang hijau berada. Hijau sama dengan Green. Kanan sama dengan Right. G untuk Green dan R untuk Right. Satu untukmu dan satu lagi untuk si gadis kecil. Dan sekarang kau ambillah sendiri cincin yang kuning. Aku akan mengenakannyadi jariku 44 kalau aku jadi kau. Kemungkinan jatuhnya akan lebih kecil bila kaulakukan itu.

Bagaimana kalau dia menanyakan ke-beradaanku? Terserah kau saja. Turunlah dan santap makan malammu. Biarkan si gadis kecil itu dimakan binatang-binatang liar, tenggelam, kelaparan di Dunia Lain, atau tersesat di sana selama-lamanya, kalau itu yang kauinginkan. Semuanya sama saja bagiku. Mungkin sebelum waktunya mi-num teh sebaiknya kau mampir ke sebelah dan menemui Mrs Plummer untuk menjelaskan dia tidak akan pernah melihat anak perempuan-nya lagi karena kau takut mengenakan sebentuk cincin.

Dan saat itu dia berpikir, seperti yang selalu dia lakukan setelahnya, bahwa kata hati-nya tidak akan membiarkannya mengambil pi-lihan lain. Kemudian selama se-saat, segalanya menjadi seolah bertumpuk-tum-puk. Hal selanjutnya yang Digory ketahui ada-lah adanya cahaya hijau lembut yang menyi-narinya dari atas dan kegelapan di bawahnya.

Dia tidak tampak seperti sedang berdiri atau apa pun, atau duduk, atau berbaring. Seolah tidak ada yang menyentuhnya. Lalu kepalanya tiba-tiba keluar di udara dan dia mendapati dirinya berenang ke tepian, menuju daratan berumput lembut di pinggir suatu mata air. Collection's basah kuyup dan meneteskan air.

Dia juga tidak terengah-engah mencari udara seperti yang akan diperkirakan semua orang bila habis ber-ada di bawah air. Pakaiannya sama sekali kering. Dia sedang berdiri di pinggir mata air keciltidak lebih dari tiga meter dari satu sisi ke sisi lainnyadalam suatu hutan. Pepohonan tumbuh rapat dan berdaun lebat sehingga dia bahkan tidak bisa mengintip langit.

Semua cahaya berwarna hijau dan menyeruak di antara dedaunan, tapi pastinya di atas sana ada matahari yang bersinar sangat kuat karena 48 sinar hijau yang dirasakannya begitu terang dan hangat.

Hutan itu hutan tersunyi yang mungkin bisa kaubayangkan. Tidak ada burung-burung, tidak ada serangga, tidak ada hewan-hewan, dan tidak ada angin. Kau nyaris bisa merasakan pepohonan tumbuh. Mata air tempat Digory baru saja keluar ternyata bukan-lah satu-satunya mata air di sana.

Ada lusinan mata air lainsatu mata air di setiap meter sejauh matamu bisa memandang. Kau hampir bisa merasakan pepohonan mengisap air dengan akar-akar mereka.

The horse and his boy the chronicles of narnia

Hutan itu sangat hidup. Ketika berusaha melukiskannya nanti Digory selalu berkata, "Tempat itu begitu kaya, sekaya kue plum. Pada suatu titik, dia pastinya tidak memikirkan Polly, Pa-man Andrew, atau bahkan ibunya. Dia sama sekali tidak takut, bersemangat, atau penasaran. Kalau ada yang bertanya kepadanya, "Dari mana asalmu? Seperti yang diceritakannya lama setelah itu, "Tempat itu bukan jenis tempat di mana banyak hal terjadi. Pepohonan terus bertumbuh, itu saja.

Mata gadis itu nyaris tertutup tapi tidak ter-pejam, seolah dia sedang berada di antara keadaan tidur dan bangun.

Jadi Digory me-natapnya lama sekali dan tidak berkata apa-apa. Dan akhirnya gadis itu membuka mata dan memandangi Digory lama sekali, juga tan-pa berkata apa-apa. Lalu gadis itu bicara, dengan suara yang pelan dan lembut seperti orang mengantuk.

Aku punya sejenis bayangansemacam gam-baran di kepalakutentang anak laki-laki dan perempuan seperti kitatinggal di suatu tempat yang agak berbedadan melakukan berbagai hal.

Mungkin itu hanya mimpi. Aku ingat anak perempuan itu mukanya kotor. Dalam mim-piku justru si anak laki-laki yang wajahnya kotor. Apa itu? Itu kan hamster," kata si gadis kecil. Dan memang benardi sana ada hamster gen-dut, mengendus-endus rumput. Tapi di sekeliling perut hamster itu ada tali dan, terikat di tali itu, cincin kuning yang bersinar terang. Kau juga me-ngenakan cincin seperti itu di jarimu.

Aku juga. Mereka menatap satu sama lain lekat-lekat, berusaha mengingat. Kemudian di saat yang tepat bersamaan, si gadis berteriak, "Mr Ketterley," dan si anak lelaki berseru, "Paman Andrew," lalu mereka pun tahu siapa diri mereka dan mulai mengingat keseluruhan cerita. Setelah banyak berbincang-bincang selama be-berapa menit, akhirnya mereka mengingat semuanya.

Digory menjelaskan betapa kejamnya tindakan Paman Andrew. Begitubegitu seperti mimpi. Kau sendiri nyaris tertidur. Sekali kita menyerah terhadap pengaruhnya kita hanya akan ber-baring dan dalam keadaan setengah tertidur selama-lamanya. Tapi kemudian dia berubah pikiran. Omong-omong, bagaimana cara kita pulang? Pada per-mukaan itu terlihat bayangan cabang-cabang pohon yang hijau penuh dedaunan sehingga tampak sangat dalam. Masa kau tidak ingat 53 airnya sama sekali tidak membasahi kita ketika kita naik ke sini?

Kau bagaimana? Mereka bergandengan ta-ngan dan berkata "SatuDuaTigaLompat" lalu melompat. Mereka merasakan cipratan be-sar dan tentu saja mereka memejamkan mata. Tapi ketika membuka mata lagi, mereka men-dapati diri mereka masih berdiri, bergandengan tangan di hutan hijau, dan nyaris hanya teren-dam air hingga ke mata kaki. Mata air itu ternyata beberapa sentimeter dalamnya.

Mereka berjalan kembali ke daratan kering. Tempat itu terlalu damai. Aku tahu," kata Digory. Kita masih mengenakan 54 cincin kuning kita. Cincin-cincin ini kan untuk perjalanan pergi. Cincin-cincin yang hijau akan membawa kita pulang.

Kita harus mengganti cincin kita. Kau punya saku? Simpan cincin kuningmu di saku kiri. Aku punya dua cincin hijau. Ini satu untukmu. Tapi sebelum mereka mencoba melompat lagi, Digory mengeluarkan "O-o-oh! Mungkin saja ada dunia di bawah setiap mata air. Bukankah kau bilang" "Ah, lupakan Paman Andrew," potong Digory. Dia tidak pernah punya ke-beranian untuk datang ke sini sendiri. Dia hanya bicara tentang satu Dunia Lain.

Tapi siapa tahu ada lusinan? Menurutku tempat ini hanya-lah semacam tempat di antaranya. Pikirkan terowongan kita di ba-wah papan-papan di rumah. Tempat itu kan bukan ruangan di salah satu rumah.

Bisa di-bilang, terowongan itu bahkan bukan benar-benar bagian dari rumah-rumah. Tapi sekalinya kau berada di terowongan, kau bisa berjalan di dalamnya dan datang ke rumah mana pun di deretan rumah kita.

Mungkin saja hutan ini juga sama, kan? Tidak pernah ada kejadian apa pun di sini. Seperti di rumah. Di dalam rumah-rumahlah orang-orang berbicara, atau melakukan hal-hal, juga tempat mereka makan. Tidak ada yang terjadi di tempat-tempat perantara: Tapi ketika kau keluar dari terowongan, kau akan men-dapati dirimu berada di rumah mana pun. Kurasa kita bisa keluar dari tempat ini dan menuju tempat mana pun! Kita tidak perlu melompat ke dalam mata air yang sama dengan yang kita lewati.

Atau belum saatnya. Kita bahkan tidak yakin itu cara yang benar. Lalu begitu kita tahu itu berhasil, kita ganti cincin dan kembali naik sebelum benar-benar sampai di ruang kerja Mr Ketterly.

Dia kurang-lebih sama beraninya dengan Digory dalam menghadapi beberapa bahaya tawon, misal-nya , tapi Polly tidaklah tertarik menemukan hal-hal yang belum pernah didengar siapa pun. Sedangkan Digory tipe orang yang ingin menge-tahui segalanya, dan ketika tumbuh dewasa dia menjadi Profesor Kirke yang terkenal yang akan muncul di buku-buku lain.

Setelah cukup lama berdebat, mereka sepen-dapat untuk mengenakan cincin hijau mereka "Hijau untuk keamanan," kata Digory, "jadi kau tidak bisa tidak mengingat cincin yang 58 mana untuk apa" , lalu mereka bergandengan tangan dan melompat. Tapi segera ketika me-reka tampak akan kembali ke ruang kerja Paman Andrew, atau bahkan dunia mereka sendiri, Polly bertugas untuk berteriak, "Ganti" dan mereka akan membuka cincin hijau lalu memakai cincin kuning lagi.

Digory ingin jadi yang bertugas berteriak, "Ganti," tapi Polly tidak juga mau setuju. Mereka mengenakan cincin hijau, saling menggamit tangan, dan sekali lagi berteriak "SatuDuaTigaLompat". Kali ini cara itu manjur. Sangatlah sulit menceritakan pada kalian bagaimana rasanya, karena segalanya terjadi begitu cepat.

Narnia pdf penyihir novel keponakan

Awalnya ada cahaya-cahaya terang yang bergerak di langit hitam. Digory selalu menganggap cahaya-cahaya itu bintang-bintang dan bersumpah melihat Planet Jupiter cukup dekatcukup dekat untuk melihat bulannya. Tapi hampir sekaligus terlihat oleh mereka barisan demi barisan atap dan cerobong asap di atas, mereka juga bisa melihat St Paul sehingga tahu mereka sedang melihat peman-dangan London. Tapi kau bisa melihat menem-bus dinding-dinding semua rumah.

Lalu mereka bisa melihat Paman Andrew, sangat samar dan berbayang-bayang, tapi semakin lama semakin 59 kelihatan jelas dan nyata, seolah dia kian men-dekati fokus. Tapi sebelum Paman Andrew menjadi benar-benar nyata, Polly berteriak "Ganti", dan mereka langsung mengganti cin-cin, dunia kita pun mengabur seperti mimpi, kemudian cahaya hijau di atas menjadi kian terang dan terang, hingga kepala mereka keluar dari mata air dan mereka berlari ke tepian.

Kini hutan mengelilingi mereka lagi hingga ke atas, masih sehijau dan seterang dulu. Seluruh proses itu hanya mengambil waktu kurang dari satu menit. Seka-rang mari kita bertualang. Mata air yang mana pun boleh. Ayo kita coba yang satu itu. Ada begitu banyak mata air di di hutan ini, dan semua mata air tampak serupa, begitu juga pepohonannya.

Kalau sekali saja mereka me-ninggalkan mata air yang merupakan jalan menuju dunia mereka sendiri tanpa membuat semacam tanda, kemungkinannya seratus ban ding satu bagi mereka untuk menemukannya lagi. Tangan Digory gemetaran saat dia membuka pisau lipatnya dan memotong sebongkah pan-jang rumput di tepian mata air.

Tanah hutan itu yang wangi sekali berwarna cokelat ke-merahan gembur dan tampak kontras di antara hijau rerumputan. Pertengkaran itu ber-langsung selama beberapa menit, tapi akan membosankan bila ditulis semuanya. Marilah kita langsung menuju saat ketika mereka berdiri dengan jantung berdebar-debar dan wajah agak ketakutan di pinggir mata air tak dikenal de-ngan cincin-cincin kuning mereka.

Keduanya bergandengan dan sekali lagi berkata "Satu DuaTigaLompat!

Narnia penyihir pdf keponakan novel

Sekali lagi cara ini tidak berhasil. Mata air ini ternyata juga hanyalah sedalam kubangan air. Bukannya mencapai dunia lain, 61 mereka hanya mendapati kaki mereka basah dan mengotori tungkai kaki mereka untuk ke-dua kalinya pagi itu kalau memang saat itu pagi: Kita sudah mengenakan cincin kuning kita kok.

Dia bilang kuning untuk perjalanan pergi. Cincin yang kuning bukanlah cincin "pergi" dan cincin yang hijau bukanlah cincin "pu-lang", setidaknya bukan seperti yang dipikir-kannya.

Bahan-bahan yang membuat kedua cincin itu berasal dari hutan itu. Bahan-bahan dalam cincin kuning memiliki kekuatan untuk menarikmu ke hutan, bahan-bahan yang ingin kembali ke tempatnya semula, tempat di antara.

Tapi bahan dalam cincin hijau adalah bahan yang berusaha keluar dari tempatnya semula: Paman Andrew, untuk kauketahui, sedang bereksperimen dengan benda-benda yang sebenarnya tidak terlalu dia 62 mengerti, sebagian besar penyihir memang begitu. Tentu saja Digory juga tidak terlalu menyadari kenyataan ini, setidaknya tidak hing-ga nanti. Tapi ketika mereka telah membicara-kannya, mereka memutuskan mencoba cincin hijau mereka ke mata air baru hanya untuk melihat apa yang akan terjadi.

Tapi sebenarnya dia mengatakan ini karena di hatinya yang paling dalam, dia kini merasa yakin kedua cincin itu tidak akan berfungsi di mata air baru, jadi tidak ada yang perlu lebih ditakutinya selain cipratan air lagi. Aku tidak terlalu yakin Digory punya perasaan yang sama. Bagaimanapun, ketika mereka berdua telah me-makai cincin hijau, kembali ke tepian mata air, dan bergandengan, mereka kini jauh lebih ceria dan tidak muram daripada pada kali pertama.

Dan mereka pun melompat. Ke bawah dan terus ke bawah mereka berkelebat pergi, pertama melalui kegelapan kemudian melewati kumpulan sosok samar yang berputar-putar, yang bisa jadi apa saja.

Lalu situasi menjadi lebih terang. Kemudian menda-dak mereka berdiri di atas sesuatu yang padat. Sesaat kemudian segalanya jadi lebih fokus dan mereka mampu melihat ke atas mereka. Yang pertama kali mereka sadari adalah cahaya. Tidak seperti sinar mentari, tapi juga tidak seperti cahaya listrik, lampu, lilin, atau sumber cahaya apa pun yang pernah mereka lihat. Collection's sekali tidak cerah. Cahaya itu terangnya pasti dan tidak meredup.

Mereka sedang berdiri di permukaan datar berlapis bebatuan dan gedung-gedung berdiri di sekeliling mereka. Tidak ada atap di atas mereka, mereka berada di semacam halaman. Langit gelap secara tidak wajar biru yang nyaris hitam. Kalau kau melihat langit itu kau akan bertanya-tanya apakah memang benar ada cahaya di sana. Keduanya, tanpa tahu pasti kenapa, berbicara dengan berbisik. Dan walaupun tidak ada alasan kenapa mereka masih terus bergan-dengan setelah melompat, mereka tidak saling melepaskan tangan.

Dinding-dinding gedung menjulang sangat tinggi di sekeliling halaman. Dinding-dinding itu juga memiliki banyak jendela, jendela-jendela tanpa kaca, melaluinya kau tidak bisa melihat apa pun kecuali kegelapan hitam. Di bagian bawah dinding ada area-area berpilar besar, menganga lebar menampilkan lubang hitam besar seperti mulut terowongan kereta api.

Suasana jadi terasa agak dingin. Yang pasti rasanya aneh sekali. Banyak di antara bebatuan datar yang melapisi permukaan halaman, retak hingga terbelah.

Ti-dak satu pun menempel rapat satu sama lain dan sudut-sudut tajamnya telah cacat semua. Salah satu pintu yang diapit area setengahnya tertutupi reruntuhan. Kedua anak itu terus-menerus membalikkan tubuh untuk melihat ke sudut-sudut berbeda di halaman. Salah satu alasannya adalah karena mereka khawatir sese-orangatau sesuatusedang mengawasi mereka dari jendela-jendela ketika mereka menghadap ke depan.

Kita belum mendengar suara apa pun sejak datang ke sini.

The Byrds Discografia Download Blogspot

Mereka berdiri diam dan mendengarkan, tapi satu-satunya yang mereka dengar hanyalah de-takan jantung mereka sendiri. Tempat ini se-tidaknya sesunyi Hutan di Antara Dunia-dunia. Kesunyian di hutan terasa kaya, hangat kau nyaris bisa mendengar pe-pohonan bertumbuh , dan penuh kehidupan. Kali ini yang terasa kesunyian yang mati, di-ngin, dan hampa.

Kau tidak bisa membayang-kan apa pun tumbuh di tempat ini. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengingat bahwa cincin kuning kita ada di saku kiri.

Kau bisa meletakkan tangan sedekat yang kau-inginkan dengan saku-saku itu, tapi jangan kaumasukkan tanganmu ke saku karena kau bisa saja menyentuhnya dan lenyap. Lalu ketika berdiri di depan pintu dan bisa melihat ke dalam, mereka melihat bagian dalam gedung itu tidaklah terlalu gelap seperti dugaan awal mereka.

Pintu itu mem-perlihatkan ruang depan berbayang-bayang yang tampaknya kosong, tapi di sisi ruang depan yang lebih jauh tampak sederetan pilar dengan lengkungan di bagian atas tiap dua pilar. Di balik lengkungan tersebut mengalir lebih banyak cahaya temaram aneh yang sama. Mereka me-nyeberangi ruang depan tersebut, berjalan de-ngan sangat hati-hati karena khawatir ada lubang-lubang di lantai atau apa pun yang mungkin tergeletak di sana yang bisa membuat mereka tersandung.

Perjalanan itu rasanya lama sekali. Ketika mencapai sisi lain ruang itu, mereka melewati pilar-pilar dan mendapati diri mereka berada di halaman lain yang lebih luas. Di satu tempat ada pilar yang hilang di antara dua lengkungan dan bagian yang seharusnya berada di bagian atas pilar, hanya bergantung di sana tanpa 69 disangga apa pun. Tampak jelas, kota itu telah diterlantarkan selama ratusan, bahkan mungkin ribuan, tahun.

Kau tahu bukan terkadang suara pelan sekalipun bisa membuat segalanya runtuhseperti salju longsor di Pegunungan Alpen. Se-sekali mereka mengira bakal keluar ke tempat terbuka dan melihat dataran macam apa yang mengelilingi istana besar itu.

Tapi setiap kali berjalan, mereka hanya mencapai halaman lain. Istana ini pastinya merupakan tempat yang luar biasa saat penduduknya masih tinggal di sini.

Di salah satu sisi ada patung yang dulu adalah air mancur. Monster batu besar dengan sayap terentang lebar berdiri dengan mulut terbuka dan kau bisa melihat pipa kecil di bagian belakang mulutnya, dari sanalah dulu air keluar. Di bawah patung itu ada mangkuk 70 batu lebar untuk menadahi airnya, tapi kini mangkuk itu kering bagaikan padang pasir. Di tempat-tempat lain ada batang-batang kering sejenis tanaman rambat yang telah tum-buh mengelilingi pilar-pilar dan membuat se-bagian pilar tersebut runtuh.

Tapi tanaman itu 71 sudah lama mati. Dan tidak ada semut, labah-labah, atau makhluk hidup lain yang kaupikir bisa kautemui di antara reruntuhan.

Tanah kering yang terdapat di antara batu lantai-batu lantai pun tidak ditumbuhi rumput atau lumut. Keadaan di tempat itu begitu mati di seluruh sudutnya hingga bahkan Digory pun mulai berpikir sebaiknya mereka segera mengenakan cincin kuning dan kembali ke hutan hidup yang hangat dan hijau di tempat antara.

Pada saat itulah mereka menemukan dua daun pintu raksasa yang terbuat dari sejenis logam yang mungkin saja emas. Salah satu daun pintu itu sedikit terbuka. Jadi tentu saja mereka masuk untuk melihat ke dalam. Keduanya terkejut dan menarik napas panjang: Selama beberapa saat mereka berpikir ruangan tersebut dipenuhi orangratusan orang, semuanya sedang duduk, dan semuanya bergeming.

Polly dan Digory juga, seperti yang bisa kautebak, berdiri tanpa bergerak cukup lama karena melihat pemandangan di depan mereka. Tapi akhirnya mereka memutuskan yang sedang mereka pandangi tidaklah mungkin orang sungguhan. Tidak ada gerakan maupun 72 suara embusan napas di antara mereka semua. Orang-orang itu seperti patung lilin terhebat yang pernah kaulihat.

Kali ini Polly yang berjalan duluan. Ada sesuatu di ruangan ini yang menarik rasa ingin tahunya dibanding rasa ingin tahu Digory: Kalau kau sedikit saja tertarik pada pakaian, kau tidak akan tahan untuk tidak melihat lebih dekat. Berkas-berkas warna pada pakaian-pakaian ini pun membuat ruangan itu tampak, meski tidak bisa dibilang ceria, begitu kaya dan anggun setelah semua debu dan kekosongan di tempat lain.

Ruangan itu juga memiliki lebih banyak jendela dan jauh lebih terang. Aku nyaris tidak bisa melukiskan pakaian-pakaian mereka. Sosok-sosok itu semuanya ber-jubah dan mengenakan mahkota di kepala mereka. Jubah-jubah mereka berwarna merah tua, abu-abu keperakan, ungu tua, dan hijau gelap.

Tampak pola-pola hias, juga gambar bunga, hewan liar ajaib, disulam di permukaan jubah-jubah tersebut. Batu-batu berharga dalam ukuran dan kilau menakjubkan menatap dari mahkota-mahkota mereka, juga dari kalung-kalung yang menggantung di sekeliling leher 73 mereka, mengintip dari segala tempat semuanya terpasang. Aku berani bertaruh seluruh ruangan ini beku karena mantra sihir.

Aku bisa merasakannya sejak detik pertama kita masuk. Tapi Digory lebih tertarik pada wajah-wajah mereka, dan memang semua wajah itu pantas dipandangi.

Orang-orang itu duduk di kursi batu mereka di masing-masing sisi ruangan, bagian tengahnya dibiarkan kosong. Kau bisa berjalan dan memandangi wajah-wajah itu ber-giliran. Polly mengangguk. Semua wajah yang bisa mereka lihat memang tampak baik. Baik para pria maupun wanitanya tampak ramah dan bijaksana, dan mereka tampaknya berasal dari keturunan berwajah tampan. Tapi setelah anak-anak itu berjalan beberapa langkah lebih jauh di ruangan tersebut, mereka sampai pada wajah-wajah yang tampak agak berbeda.

Wajah-wajah di sini begitu serius. Kau akan merasa perlu memerhatikan etiket dan sopan santun bila bertemu orang-orang seperti itu dalam kehidupanmu.

Ketika Polly dan Digory berjalan lebih jauh lagi, mereka mendapati diri mereka berada di antara wajah-wajah yang tidak mereka sukai: Wajah-wajah itu tampak begitu kuat, bangga, dan bahagia, tapi mereka tampak kejam. Dan saat mereka lebih jauh berjalan, wajah-wajah di sana tampak lebih kejam. Lebih jauh lagi, mereka masih tampak kejam tapi tidak lagi tampak bahagia. Wajah-wajah itu bahkan tampak penuh keputusasaan: Sosok terakhir dari deretan orang itu adalah yang 75 paling menarikwanita yang pakaiannya lebih mewah daripada yang lainnya, sangat tinggi tapi semua sosok dalam ruangan itu memang lebih tinggi daripada orang-orang di dunia kita , dengan ekspresi wajah yang begitu keras dan penuh kebanggaan sehingga kau akan menahan napas bila melihatnya.

Namun wanita itu juga cantik. Bertahun-tahun kemudian, saat telah menjadi pria tua, Digory berkata dia belum pernah melihat orang secantik wanita itu selama hidupnya. Tapi wajar juga bila ditambahkan bahwa Polly berkata dia tidak melihat apa pun yang spesial pada wanita itu.

Wanita ini, seperti yang kukatakan tadi, ada-lah sosok terakhir, tapi ada banyak kursi ko-song setelahnya, seolah ruangan itu telah di-maksudkan untuk lebih banyak lagi koleksi sosok. Benda itu pilar kotak setinggi kira-kira semeter lebih dan di atasnya berdiri arca emas yang digantungi bel emas kecil.

Di samping pilar itu tergeletak palu emas kecil untuk membunyikan belnya. Apa ya Aku tidak yakin," kata Polly. Mereka berdua memandangi tulisan itu lekat-lekat, seperti yang mungkin sudah kauduga, huruf-huruf yang dipahat ke batu pilar itu memang aneh.

Tapi kini terjadi keajaiban besar: Kalau saja Digory ingat kata-katanya sendiri beberapa saat lalu, bahwa ini ruangan yang tersihir, mungkin dia bakal bisa menebak sihirnya mulai bekerja.

eBook Product Engineering Molecular Stucture and Properties

Tapi rasa penasaran terlalu menguasai dirinya, sehingga dia tidak bisa memikirkan itu. Dia semakin ingin tahu apa yang tertulis di pilar tersebut. Dan tak lama kemudian mereka berdua pun tahu.

Yang tertulis adalah sesuatu yang kira-kira begini bunyinyasetidaknya inilah yang bisa dicerna 77 walaupun puisi itu sendiri, ketika kau mem-bacanya di sana, lebih bagus: Tentukan pilihan, wahai petualang asing, Bunyikan bel, dan hadapi bahaya genting, Atau teruslah penasaran, hingga lenyap kewarasan, Akan apa yang bakal terjadi bila saja kaulakukan. Kita bakal se-lalu bertanya-tanya apa yang akan terjadi kalau saja kita membunyikan bel ini.

Aku tidak mau pulang lalu penasaran setengah mati karena selalu mengingatnya. Tidak perlu takut! Siapa yang peduli apa yang bakal terjadi? Itulah Sihir yang menguasai tempat ini. Aku bahkan bisa merasa-kannya mulai bekerja pada diriku. Kau hanya mengarang. Perempuan tidak pernah mau tahu apa pun kecuali gosip dan meributkan orang-orang yang bertunangan. Aku sudah muak dengan tempat ini.

Dan aku juga 79 sudah muak padamudasar payah, sombong, keras kepala! Aku tidak bisa memaklumi apa yang selanjutnya dia lakukan kecuali dengan me-ngatakan Digory sangat menyesalinya di kemu-dian hari begitu juga begitu banyak orang baik lainnya.

Sebelum tangan Polly sampai di sakunya, Digory mencengkeram pergelangan ta-ngan Polly, menahan tubuh Polly dengan pung-gungnya. Lalu, sambil menghalangi lengan Polly yang satu lagi dengan siku lainnya, Digory membungkuk ke depan, meraih palu, dan mem-bunyikan bel emas itu dengan pukulan pelan tapi pasti. Kemudian dia melepaskan Polly dan mereka berdua terjatuh sambil saling menatap dan terengah-engah keras.

Polly mulai me-nangis, bukan karena ketakutan, dan bahkan bukan karena Digory telah menyakiti perge-langan tangannya, tapi karena marah luar biasa. Namun dua detik kemudian, ada sesuatu yang menyita pikiran mereka sehingga pertengkaran itu pun terlupakan.

You might also like: LOVER AWAKENED NOVEL PDF

Begitu dipukul bel itu mengeluarkan nada, 80 nada indah seperti yang mungkin sudah kau-duga, tidak terlalu keras pula. Tapi bukannya menghilang ditelan angin, nada itu terus ter-dengar, dan ketika itu terjadi bunyinya kian mengeras. Sebelum semenit berlalu, bunyinya kini telah menjadi dua kali lebih keras daripada ketika kali pertama bersuara. Tak lama kemu-dian suaranya kian mengeras sehingga jika kedua anak itu berusaha berbicara tapi mereka tidak berniat berbicara saat inimereka hanya berdiri di sana dengan mulut ternganga mereka tidak bakal bisa mendengar satu pun ucapan mereka.

Beberapa saat kemudian bunyinya su-dah menjadi begitu keras sehingga mereka tidak bakal bisa mendengar satu sama lain bahkan kalaupun mereka berteriak. Dan suaranya terus saja mengeras: Kemudian akhirnya suara bel itu mulai ber-campur dengan bunyi lain, suara samar me-ngerikan yang awalnya terdengar seperti ge-raman kereta yang datang dari kejauhan, kemu-dian seperti gebrakan pohon tumbang.

Mereka 81 mendengar sesuatu seperti benda-benda berat berjatuhan. Akhirnya, bersamaan dengan gemu-ruh yang mendadak, dan guncangan yang nya-ris membuat mereka terbang di udara, sekitar seperempat langit-langit di salah satu ujung ruangan mulai runtuh, bongkahan-bongkahan batu besar berjatuhan di sekitar mereka, dan dinding-dinding rontok.

Suara bel berhenti. Awan debu menipis dan akhirnya menghilang. Segalanya menjadi sunyi kembali. Tidak pernah diketahui apakah runtuhnya langit-langit itu disebabkan Sihir, ataukah ka-rena suara keras tak tertahankan dari bel itu kebetulan mencapai not yang memecah perta-hanan dinding-dinding rapuh itu.

Kuharap kau puas sekarang," bentak Polly. Keduanya punya pikiran yang sama, namun belum pernah dalam seumur hidup mereka, mereka begitu keliru. Benda itu masih bergetar walau tidak lagi mengeluarkan suara apa pun. Mendadak me-reka mendengar suara pelan dari ujung ruangan yang masih tidak rusak. Mereka menoleh se-cepat kilat untuk melihat suara apakah itu. Salah satu sosok berjubahsosok yang duduk paling jauh, wanita yang menurut Digory cantik sekaliberdiri dari kursinya.

Ketika dia berdiri, mereka menyadari wanita itu lebih tinggi dari-pada dugaan mereka. Dan kau bakal bisa langsung melihat, bukan hanya dari mahkota dan jubahnya, tapi dari kilatan mata juga lekuk bibirnya, wanita ini ratu agung.

Dia melihat ke sekeliling ruangan dan kerusakan yang terjadi di sana, lalu memandang kedua 83 BAB 5 Kata Kemalangan anak itu, tapi kau tidak bakal bisa menebak dari ekspresi wajahnya apa yang sedang dia pikirkan, apakah dia sedang terkejut atau tidak. Dia berjalan ke depan dengan langkah-langkah panjang dan cepat. Siapa yang telah mematahkan mantra? Tapi kau hanyalah anak-anak, anak biasa.

Hanya dengan pan dangan sekilas, siapa pun bisa langsung tahu kau tidak memiliki setetes pun darah bang-sawan atau kemuliaan di nadimu. Kenapa anak sepertimu berani memasuki rumah ini? Sang ratu meletakkan tangannya yang lain di bawah dagu Digory dan mengangkatnya supaya bisa lebih jelas melihat wajah anak lelaki itu. Digory berusaha balas menatap, tapi tak lama kemudian dia harus menurunkan pandangannya. Ada sesuatu dalam mata sang ratu yang menguasainya.

Setelah sang ratu memerhatikan wajah Digory selama lebih dari semenit, dia melepaskan dagu Digory dan ber-kata: Tiada tanda penyihir pada dirimu. Kau pasti hanya pelayan penyihir.

Karena Sihir lainlah kau bisa sampai di sini. Kalau kita tidak keluar dari sini sekarang, dalam hitungan menit kita akan terkubur di dalam reruntuhannya. Polly, yang tidak menyukai sang ratu dan merasa agak merajuk, tidak akan membiarkan tangannya diraih kalau saja dia punya pilihan lain.

Tapi walaupun sang ratu berbicara dengan nada yang tenang, ge-rakannya secepat pikiran. Sebelum Polly menya-dari apa yang sedang terjadi, tangan kirinya telah ditangkap tangan yang jauh lebih besar dan kuat daripada miliknya sehingga dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Wanita ini mengerikan sekali, pikir Polly. Dia cukup kuat untuk mematahkan lenganku hanya dengan satu puntiran. Dan sekarang 86 karena dia mencengkeram tangan kiriku, aku tidak bisa mengambil cincin kuning. Kalau aku berusaha menjulurkan tangan kananku ke saku kiriku, aku mungkin bakal bisa meraihnya sebelum dia menanyakan apa yang sedang ku-lakukan.

Apa pun yang terjadi kami tidak boleh membiarkan dia tahu soal cincin-cincin ini. Kuharap Digory masih berakal sehat dan mampu menutup mulut. Kata Kemalangan 83 6. Awal Segala Kesusahan Paman Andrew 7. Yang Terjadi di Pintu Depan c8baa Pertarungan di Lampu Tiang 9. Membangkitkan Narnia Lelucon Pertama dan Hal-hal Lain All materials on our website are shared by users.

Digory dan Pamannya Sama-sama dalam Kesulitan Petualangan Strawberry We are always happy to assist you. Pertemuan Tak Terduga Penanaman Pohon Collection's Maternity Benefit Act, ??? Dan di masa-masa itu, hidup- lah di London anak perempuan bernama Polly Plummer. Di suatu pagi, dia sedang berada di of-indiac89c Polly sangatlah terkejut karena hingga saat ini belum pernah ada anak- anak di rumah itu, The Last Carnival I Ever Saw hanya Mr Ketterly dan Miss Ketterley, kakak-beradik, perjaka tua dan perawan tua, tinggal bersama.

Jadi Polly men- dongak, penuh rasa ingin tahu. Wajah anak laki-laki asing itu sangat kotor. Nyaris tidak akan bisa lebih Dennis Gamblin W. Ninth St Portageville, Add a comment Bahkan sebenarnya, bisa dibilang itulah yang baru saja dia lakukan. Bush The White House,… hidup di pe- desaan dan memiliki kuda poni, juga sungai di bagian bawah taman, lalu dibawa untuk hidup di Transcript gua kumuh mengerikan seperti ini. Hutan di Antara Dunia-Dunia 47 4. Kata Kemalangan 83 6. Awal Segala Kesusahan Paman Andrew 7.

Yang Terjadi di Pintu Depan c8baa Pertarungan di Lampu Tiang 9. Membangkitkan Narnia Lelucon Pertama dan Hal-hal Lain All materials on our website are shared by users. Digory dan Pamannya Sama-sama dalam Kesulitan Petualangan Strawberry We are always happy to assist you.

Pertemuan Tak Terduga Penanaman Pohon Collection's Maternity Benefit Act, ??? Dan di masa-masa itu, hidup- lah di London anak perempuan bernama Polly Plummer. Di suatu pagi, dia sedang berada di of-indiac89c Polly sangatlah terkejut karena hingga saat ini belum pernah ada anak- anak di rumah itu, The Last Carnival I Ever Saw hanya Mr Ketterly dan Miss Ketterley, kakak-beradik, perjaka tua dan perawan tua, tinggal bersama.

Jadi Polly men- dongak, penuh rasa ingin tahu. Wajah anak laki-laki asing itu sangat kotor. Nyaris tidak akan bisa lebih Dennis Gamblin W.

Ninth St Portageville, Add a comment Bahkan sebenarnya, bisa dibilang itulah yang baru saja dia lakukan. Bush The White House,… hidup di pe- desaan dan memiliki kuda poni, juga sungai di bagian bawah taman, lalu dibawa untuk hidup di Transcript gua kumuh mengerikan seperti ini. Collection's mereka harus menjaga ibumu—dan jika ibumu sakit dan akan— akan—meninggal.

It is just for berani ke sana. Nah, itu saja sudah terdengar mencurigakan, kan? Kemu- dian ada satu hal lagi. Could it be? Establishing Boundaries keluar di taman? September Perpustakaan You chose to have children.